adalahwajar (natural) dalam kehidupan organisasi. Kekuasaan dan Sumber-Sumbernya Untuk memahami lebih jauh tentang bagaimana para aktor dalam organisasi saling mempengaruhi dan mengapa aktor tertentu dapat mengendalikan aktor lainnya, kita harus mengenal sumber-sumber kekuasaan dalam organisasi. Sumber-sumber kekuasaan yang dipakai para aktor A Komunikasi sebagai suatu Mekanisme Kekuasaan. Dalam konteks organisasi, komunikasi digunakan untuk menentukan norma - norma, tujuan, dan perilaku organisasi. Organisasi dapat dipandang sebagai suatu sarana kekuasaan. Manusia memiliki kekuasaan melaksanakannya melalui komunikasi, dan dengan demikian menciptakan tindakan terorganisasi. PENGAMBILANKEPUTUSAN, KEKUASAAN DAN POLITIK DALAM ORGANISASI. TIK β€’ Mampu menjelaskan konsep pengambilan keputusan dalam organisasi β€’ Membedakan tipe-tipe pengambilankeputusandalam hierarki organisasi. β€’ Mampu menjelaskan teori rasionalitas terbatas (bounded rationality) dari Simon. β€’ Mengenal dan mampu menjelaskan berbagai proses pengambilan keputusan dalam organisasi. Menguraikankonsep kekuasaan politik kita perlu melihat pada kedua elemennya, yakni kekuasaan dari akar kata kuasa dan politik yang berasal dari bahasa Yunani Politeia (berarti kiat memimpin kota Bila seseorang, organisasi, atau suatu partai politik bisa mengorganisasi, sehingga berbagai badan negara yang relevan misalnya membuat aturan FaktorFaktor Individu. Pada level individu, para peneliti telah mengidentifikasi sifat-sifat kepribadian tertentu, kebutuhan, dan faktor-faktor lain yang biasanya berkaitan dengan perilaku politik. Dalam hal sifat, kita mendapati bahwa para pekerja yang memiliki pengawasan diri sendiri yang tinggi, memiliki tempat kendali secara internal, dan TeoriKekuasaan: Pengertian, Legitimasi, dan Sumber Kekuasaan. Teori Kekuasaan - Dewasa ini, berbicara kekuasaan memang tak hanya terdapat pada satu sektor saja, tetapi terdapat pada banyak sektor, seperti sektor politik, sektor ekonomi, sektor suatu lingkungan, dan lain-lain. Kekuasaan itu secara umum diartikan sebagai sebuah kewenangan yang . ο»Ώ- Negara berisikan masyarakat dan sekelompok orang yang berkuasa dan menjadi pemimpin. Sebenarnya negara merupakan bentuk organisasi yang menyatukan berbagai kelompok masyarakat dari berbagai latar belakang yang dari jurnal Negara dan Fungsinya Telaah atas Pemikiran Politik 2015 karya Usman, negara sebagai organisasi kekuasaan berarti negara dijadikan alat bagi sekelompok orang yang memiliki kekuasaan untuk mengatur hubungan antar masyarakat di negara tersebut. Menurut Wilda Prihatiningtyas dalam jurnal Fungsi Gubernur dalam Penyelenggaraan Pemerintahan di Daerah, pengertian negara sebagai organisasi kekuasaan dipelopori oleh Logemann dalam bukunya yang berjudul Over De Theorie van Een Stelling Staatsrecht. Logemann menjelaskan jika negara sebagai organisasi memang ditujukan untuk mengatur masyarakat yang berlandaskan pada kekuasaan. Pandangan Logemann ini selanjutnya diikuti oleh Harold J. Laski, Max Weber dan Leon juga Peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam Bela Negara Negara sebagai organisasi kekuasaan mengandung arti jika negara memiliki mekanisme tata hubungan kerja yang digunakan untuk mengatur kelompok manusia, agar perbuatan atau sikapnya sesuai dengan pemiliki kekuasaan atau kehendak negara. Oleh karena tujuannya mengatur masyarakat, maka pemerintah membentuk perundang-undangan yang wajib ditaati oleh warga negaranya. Namun, hal ini tidak berarti penguasa bisa sewenang-wenang dalam membuat peraturan dan mengatur warga negaranya, karena juga ada batasan di dalamnya. Muhammad Junaidi dalam Ilmu Negara Sebuah Konstruksi Ideal Negara Hukum 2016, menjelaskan jika negara sebagai organisasi kekuasaan juga memiliki tujuan akhir bersama, yakni tujuan penguasa yang sama dengan tujuan masyarakat. Untuk bisa mencapainya, maka penguasa harus menentukan bagaimana cara mengatur dan menyusun negaranya agar sesuai dengan tujuan akhir yang diinginkan. Kata lainnya tujuan bersama dan caranya harus saling berkaitan atau bersinggungan. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. 0% found this document useful 0 votes12 views20 pagesOriginal Title5. Kekuasaan Dan Politik Dalam OrganisasiCopyrightΒ© Β© All Rights ReservedAvailable FormatsPDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes12 views20 pagesKekuasaan Dan Politik Dalam OrganisasiOriginal Title5. Kekuasaan Dan Politik Dalam OrganisasiJump to Page You are on page 1of 20 You're Reading a Free Preview Pages 8 to 18 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. - Kekuasaan dan wewenang menjadi bahasan menarik dalam ruang lingkup organisasi. Kekuasaan bisa diatur dengan manajemen pengorganisasian, karena kekuasaan bisa dipelajari. Sehingga peranan manajemen dalam mengorganisasi perusahaannya sangat penting. Sebagian orang mengatakan bahwa memiliki kekuasaan jauh lebih penting dari sekadar memiliki wewenang. Namun, banyak manajer tidak bisa bekerja dan banyak mengeluh, karena tidak mempunyai bersangkut paut dengan kekuasaan yang dijalankan pimpinan untuk bisa memengaruhi karyawan dalam menjalankan tugas perusahaan. Dikutip dari buku Pengantar Manajemen 2019 karangan Sentot Imam Wahjono, berikut penjelasaan kekuasaan dalam manajemen Kekuasaan dalam manajemen Kekuasaan power adalah kemampuan menggunakan pengaruh orang lain, bertujuan mengubah sikap atau tingkah laku individual atau kelompok dalam juga 6 Tahap Penyusunan Rencana Strategis Lalu, masalahnya adalah apakah seseorang menyadari kemampuan yang dimilikinya, atau apakah seseorang dapat menggunakan kemampuannya itu untuk memperoleh yang diinginkan. Pengaruh tidak hanya berjalan satu arah one way dari manajemen ke karyawan saja. Namun, bersifat dua arah. Berarti karyawan juga mungkin memiliki pengaruh terhadap pemimpinnya. Kekuasaan tidak begitu saja diambil dari tingkat individual dalam lingkup organisasi. Ada lima sumber atau dasar kekuasaan, yaitu Kekuasaan menghargai reward power Kekuasaan memaksa coercive power Kekuasaan sah legitimate power Kekuasaan keahlian expert power Kekuasaan rujukan referent power. Kekuasaan menghargai Didasarkan pada kemampuan seseorang yang memberi pengaruh untuk memberi penghargaan kepada orang lain yang dipengaruhi agar melaksanakan perintah kerja. Kekuasaan power mengacu pada kemampuan yang dimiliki A untuk mempengaruhi perilaku B sehingga B bertindak sesuai dengan keinginan A. Definisi ini mengimplikasikan sebuah potensi yang tidak perlu diaktualisasikan agar efektif dan sebuah hubungan ketergantungan. Kekuasaan merupakan suatu potensi atau kemampuan sehingga bisa saja seseorang mempunyai kekuasaan tapi tidak menjalanakannya. Aspek terpenting dari kekuasaan adalah fungsi ketergantungan Dependency artinya semakin besar ketergantungan B terhadap A maka besar pula kekuasaan A. Selain itu seseorang dapat memiliki kekuasaan atas diri Anda hanya jika ia mengendalikan sesuatu yang Anda inginkan. Abstrak Orang-orang pada pucuk pimpinan suatu organisasi seperti manajer, direktur, kepala dan sebagainya, memiliki kekuasaan power dalam konteks memengaruhi perilaku orang-orang yang secara struktural organisasi berada di bawahnya. Sebagian pimpinan menggunakan kekuasaan dengan efektif, sehingga mampu menumbuhkan motivasi karyawan untuk bekerja dan melaksanakan tugas dengan lebih baik. Namun, sebahagian pimpinan lainnya tidak mampu memakai kekuasaan dengan efektif, sehingga aktivitas untuk melaksanakan pekerjaan dan tugas tidak dapat dilakukan dengan baik. Studi yang mempunyai hubungan dekat dengan kekuasaan dalam organisasi adalah politik. Politik seperti halnya kekuasaan adalah sesuatu yang nampak dan dialami dalam kehidupan setiap organisasi. Akan tetapi penting untuk dipelajari dalam perilaku keorganisasian, karena keberadaannya dapat memengaruhi perilaku orang-orang yang ada dalam organisasi. Untuk menyelesaikan konflik sesuai dengan keinginan individu atau subunit seringkali harus terlibat dalam perilaku politik untuk meningkatkan kekuasaan dan pengaruhnya. Studi tentang Kekuasaan dan Politik dalam organisasi hanya sedikit. Beberapa studi justru menghasilkan kesimpulan yang berbeda-beda. Kekuasaan dan Politik adalah sesuatu yang ada dan dialami dalam kehidupan setiap organisasi tetapi agak sulit untuk mengukurnya akan tetapi penting untuk dipelajari dalam perilaku keorganisasian, karena keberadaannya dapat mempengaruhi perilaku orang-orang yang ada dalam organisasi. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free Analisis Teori Organisasi Kekuasaan danpolitikDr. Sunarto, Nurul Hidayati Murtafiah, pada pucuk pimpinan suatu organisasi seperti manajer, direktur, kepaladan sebagainya, memiliki kekuasaan power dalam konteks memengaruhi perilaku orang-orang yang secara struktural organisasi berada di bawahnya. Sebagian pimpinan menggunakan kekuasaan dengan efektif, sehingga mampu menumbuhkan motivasi karyawan untuk bekerja dan melaksanakan tugas dengan lebih baik. Namun, sebahagianpimpinan lainnya tidak mampu memakai kekuasaan dengan efektif, sehingga aktivitas untuk melaksanakan pekerjaan dan tugas tidak dapat dilakukan dengan yang mempunyai hubungan dekat dengan kekuasaan dalam organisasi adalah politik. Politik seperti halnya kekuasaan adalah sesuatu yang nampak dan dialami dalamkehidupan setiap organisasi. Akan tetapi penting untuk dipelajari dalam perilaku keorganisasian, karena keberadaannya dapat memengaruhi perilaku orang-orang yang ada dalam organisasi. Untuk menyelesaikan konflik sesuai dengan keinginan individu atau subunit seringkali harus terlibat dalam perilaku politik untuk meningkatkan kekuasaan dan tentang Kekuasaan dan Politik dalam organisasi hanya sedikit. Beberapa studi justru menghasilkan kesimpulan yang berbeda-beda. Kekuasaan dan Politik adalahsesuatu yang ada dan dialami dalam kehidupan setiap organisasi tetapi agak sulit untuk mengukurnya akan tetapi penting untuk dipelajari dalam perilaku keorganisasian, karena keberadaannya dapat mempengaruhi perilaku orang-orang yang ada dalam Kunci Organisasi dan Politik A, PendahuluanStudi tentang Kekuasaan dan Politik dalam organisasi hanya sedikit. Beberapa studi justru menghasilkan kesimpulan yang berbeda-beda. Kekuasaan dan Politik adalahsesuatu yang ada dan dialami dalam kehidupan setiap organisasi tetapi agak sulit untuk mengukurnya akan tetapi penting untuk dipelajari dalam perilaku keorganisasian, karena keberadaannya dapat mempengaruhi perilaku orang-orang yang ada dalam saat setiap individu mengadakan interaksi untuk mempengaruhi tindakan satu sama lain, maka yang muncul dalam interaksi tersebut adalah pertukaran kekuasaan. Kekuasaan adalah kualitas yang melekat dalam satu interaksi antara dua ataulebih individu. Politik tidak hanya terjadi pada sistem pemerintahan, namun politik juga terjadi pada organisasi formal, badan usaha, organisasi keagamaan, kelompok, bahkan pada unitkeluarga. Politik adalah suatu jaringan interaksi antarmanusia dengan kekuasaan diperoleh, ditransfer, dan dijalankan untuk menyeimbangkan kepentingan individu karyawan dan kepentingan manajer, serta kepentingan organisasi. Ketika keseimbangan tersebut tercapai, kepentingan individu akan mendorong pencapaian kepentingan saat setiap individu mengadakan interaksi untuk mempengaruhi tindakan satu sama lain, maka yang muncul dalam interaksi tersebut adalah pertukaran kekuasaan. Kekuasaan adalah kualitas yang melekat dalam satu interaksi antara dua ataulebih individu. B. Pembahasana. Pengertian Kekuasaan Pengertian kekuasaan dalam organisasi serta pengertian politik dalam organisasi dalam perbincangan seputar organisasi dan manajemen adalah perkembangan paling mutakhir dalam studi-studi organisasi dan manajemen. Tokoh-tokoh seperti James March dan Jeffrey Pfeiffer 1bertanggung jawab dalam mempopulerkan studi kekuasaan dan politik di dalam organisasi. Tulisan ini akan membahas masalah kekuasaan dan politik di dalam organisasi, bukan kekuasaan dan politik pada struktur kenegaraan yang biasa kita sebut β€œpolitik” sehari-hari. Mungkin saja akan banyak konsep yang serupa karena pinjam-meminjam konsep antar bidang ilmu adalah Definisi Kekuasaan dalam OrganisasiGilbert W. Fairholm mendefinisikan kekuasaan sebagai β€œ... kemampuan individu untuk mencapai tujuannya saat berhubungan dengan orang lain, bahkan ketika dihadapkan pada penolakan mereka.”2 Fairholm lalu merinci sejumlah gagasan penting dalam penggunaan kekuasaan secara sistematik dengan menakankan bahwa kapasitas personal-lah yang membuat pengguna kekuasaan bisa melakukan persaingan dengan orang lain. Kekuasaan adalah gagasan politik yang berkisar pada sejumlah karakteristik. Karakteristik tersebut mengelaborasi kekuasaan selaku alat yang digunakan seseorang, yaitu pemimpin juga pengikut gunakan dalam hubungan interpersonalnya. Karakter kekuasaan, menurut Fairholm adalah1. Kekuasaan bersifat sengaja, karena meliputi kehendak, bukan sekadar tindakan acak;2. Kekuasaan adalah alat instrumen, ia adalah alat guna mencapai tujuan; James G. March and Thierry Weil, On Leadership Malden Blackwell Publishing, 2005 h. .52 Gilbert W. Fairholm, Organizational Power Politics Tactics in Organizational Leadership, 2nd Edition Santa Barbara Praeger, 2009 ,h. 5 3. Kekuasaan bersifat terbatas, ia diukur dan diperbandingkan di aneka situasi atau dideteksi kemunculannya;4. Kekuasaan melibatkan kebergantungan, terdapat kebebasan atau faktor kebergantungan-ketidakbergantungan yang melekat pada penggunaan Kekuasaan adalah gagasan bertindak, ia bersifat samar dan tidak selalu dimiliki;6. Kekuasaan ditentukan dalam istilah hasil, hasil menentukan kekuasaan yang kitamiliki;7. Kekuasaan bersifat situasional, taktik kekuasaan tertentu efektif di suatu hubungan tertentu, bukan seluruh hubungan; dan8. 8 Kekuasaan didasarkan pada oposisi atau perbedaan, partai harus berbeda sebelum mereka bisa menggunakan Morgan dalam karya penelitiannya Images of Organization, mendefinisikan kekuasaan sebagai β€œ... medium lewat mana konflik kepentingan diselesaikan ... kekuasaan mempengaruhi siapa dapat apa, kapan dan bagaimana ... kekuasaan melibatkan kemampuan mempengaruhi orang lain untuk melakukan sesuatu yang kita kehendaki.” 3 Stephen P. Robbins mendefinisikan kekuasaan sebagai β€œ... kapasitas bahwa A harus mempengaruhi perilaku B sehingga B bertindak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh A. Definisi Robbins menyebut suatu β€œpotensi” sehingga kekuasaan bisajadi ada tetapi tidak dipergunakan. Sebab itu, kekuasaan disebut sebagai β€œkapasitas” atau β€œpotensi”.4ξ€ƒξ€…ξ€†ξ€‡ξ€ˆξ€‰ξ€Šξ€‹ξ€…ξ€Œξ€ξ€ˆξ€Žξ€‡ξ€ξ€ξ€…Images of Organizationξ€…ξ€‘ξ€’ξ€‹ξ€ξ€“ξ€”ξ€‡ξ€ξ€•ξ€…ξ€–ξ€‡ξ€—ξ€”ξ€ξ€…ξ€˜ξ€‡ξ€™ξ€šξ€›ξ€ξ€ˆξ€ξ€šξ€‡ξ€œξ€…ξ€ξ€‡ξ€Žξ€‰ξ€…ξ€žξ€“ξ€Ÿξ€™ξ€š ξ€‡ξ€Šξ€šξ€ξ€ξ€”ξ€ξ€…ξ€‚!!"$""$ξ€„ξ€…ξ€ξ€Šξ€‰%ξ€‹ξ€‰ξ€ξ€…ξ€ž$ξ€…&ξ€ξ€Ÿξ€Ÿξ€šξ€ξ€”ξ€ξ€… Organisational Behaviour Global and Southern African Perspectives'ξ€•ξ€šξ€Šξ€šξ€ξ€ξ€…ξ€‘ξ€˜ξ€‡%ξ€‰ξ€…ξ€’ξ€ξ€ξ€œξ€…ξ€žξ€‰ξ€‡ξ€ˆξ€”ξ€ξ€ξ€…' ξ€‡ξ€Šξ€šξ€ξ€ξ€…ξ€ξ€ξ€“ξ€Šξ€‹ξ€…ξ€›ξ€ˆξ€š ξ€‡ξ€…ξ€‘ξ€žξ€Š*ξ€…+ξ€Šξ€•$!!,$- -Seseorang bisa saja punya kekuasaan tetapi tidak menerapkannya. Kekuasaan punya fungsi bergantung. Semakin besar ketergantungan B atas A, semakin besar kekuasaan A dalam hubungan mereka. Ketergantungan, pada gilirannya, didasarkan pada alternatif yang ada pada B dan pentingnya alternatif tersebut bagi B dalam memandang kendali lain semisal John A. Wagner and John R. Hollenbeck justru menawarkandefinisi kekuasaan dari para politisi semisal Winston Churchill dan Bill Clinton, yaitu β€œ kemampuan untuk mempengaruhi perilaku orang lain dan membujuknya untuk melakukan hal-hal yang tidak bisa mereka tolak.” Sebab itu, Wagner and Hollenbeck mendefinisikan kekuasaan sebagaiβ€œ ... kemampuan, baik untuk mempengaruhi perilaku orang lain ataupun untuk melawan pengaruh yang tidak diinginkan.”5 Studi Charles McClelland menyebut bahwa kekuasaan adalah satu jenis kebutuhan nPow yang dipelajari selama periode masa kecil dan dewasa seseorang. Kebutuhan akan kekuasaan ini punya dampak berbeda pada cara orang berpikir dan berperilaku. Umumnya, orang yang tinggi β€œnPow-nya” bersifat kompetitif, agresif, sadar prestise, cenderung bertindak, dan bangga tatkala bergabung ke dalam konteks perilaku organisasi, John R. Schemerhorn mendefinisikan kekuasaan sebagai β€œ ... kemampuan yang mampu membuat orang melakukan apa yang kita ingin atau kemampuan untuk membuat hal menjadi kenyataan menurut cara yang kita inginkan.” Kekuasaan biasanya dikaitkan dengan konsep kepemimpinan, di mana kepemimpinan merupakan mekanisme kunci dari kekuasaanguna memungkinkan suatu hal kekuasaan adalah kendali atas perilaku orang lain. Kekuasaan adalah kekuatan yang kita gunakan agar sesuatu hal terjadi dengan cara disengaja, di mana -ξ€….$ξ€…/ξ€‡ξ€Žξ€ξ€‰ξ€ˆξ€…00.&$ξ€…1ξ€ξ€™ξ€™ξ€‰ξ€ξ€Ÿξ€‰ Organizational Behavior Securing Competitive Advantage ξ€‘ξ€Œξ€‡ξ€•ξ€šξ€”ξ€ξ€ξ€…234ξ€ξ€ˆξ€—ξ€œξ€…&ξ€ξ€“ξ€Šξ€™ξ€‰ξ€•ξ€Žξ€‰ξ€ξ€…ξ€‚!!$-$ξ€…"ξ€…ξ€…0ξ€Ÿξ€šξ€•$$-5ξ€….&$ 6ξ€‰ξ€ˆξ€‹ξ€ξ€ˆξ€ξ€ξ€….6$ξ€…1ξ€“ξ€ξ€Šξ€ξ€…&ξ€š ξ€‹ξ€‡ξ€ˆξ€•ξ€…3$ξ€…ξ€–ξ€”ξ€Ÿξ€ξ€ˆξ€ξ€ξ€…Organizational Behavior5ξ€Šξ€‹ξ€…'ξ€•ξ€šξ€Šξ€šξ€ξ€ξ€…ξ€‘ξ€žξ€‹ξ€ξ€‰ξ€ξ€š7ξ€…ξ€œξ€…./ξ€šξ€™ξ€‰*ξ€…8!!$5$ "influence pengaruh adalah apa yang kita gunakan saat kita menggunakan kekuasaan. Seorang manajer membiakkan kekuasaan dari aneka sumber, baik dari organisasi yang disebut sebagai β€œpower position” ataupun dari personalitasnya sendiri yang disebut β€œpersonal power.” B. Sumber dan Jenis Kekuasaan9ξ€‡ξ€ˆξ€šξ€…66ξ€Ÿξ€‰ξ€ˆξ€”ξ€“6ξ€Ÿξ€‰ξ€ˆξ€…ξ€—ξ€‰ξ€—ξ€“ξ€‡ξ€”ξ€‡ξ€‡ξ€;ξ€…ξ€žξ€‡ξ€ˆξ€‡ξ€…%ξ€‰ξ€ξ€“ξ€™ξ€šξ€”ξ€…ξ€Ÿξ€‰ξ€ˆξ€Ÿξ€‰ξ€•ξ€‡ξ€…%%ξ€‡ξ€Šξ€…ξ€$ ξ€–ξ€Šξ€ξ€ˆξ€šξ€Šξ€‡ξ€”ξ€…ξ€›ξ€ξ€ˆ6?$ ξ€‰ξ€ξ€•ξ€‡ξ€™ξ€šξ€…ξ€”ξ€“6ξ€Ÿξ€‰ξ€ˆξ€…ξ€•ξ€‡*ξ€‡ξ€…ξ€™ξ€‡ξ€ξ€Žξ€—ξ€‡?$ ξ€žξ€‰ξ€ξ€Žξ€Žξ€“ξ€ξ€‡ξ€‡ξ€ξ€…ξ€”ξ€Šξ€ˆξ€“ξ€—ξ€Šξ€“ξ€ˆξ€ξ€…ξ€‡ξ€Šξ€“ξ€ˆξ€‡ξ€ξ€ξ€…ξ€•ξ€‡ξ€ξ€…ξ€—ξ€‰ξ€Ÿξ€š=ξ€‡ξ€—ξ€‡ξ€ξ€…ξ€ξ€ˆξ€Žξ€‡ξ€ξ€šξ€”ξ€‡ξ€”ξ€š?$ ξ€‰ξ€ξ€•ξ€‡ξ€™ξ€šξ€…%ξ€ˆξ€ξ€”ξ€‰ξ€”ξ€…%6ξ€Ÿξ€“ξ€‡ξ€Šξ€‡ξ€ξ€…ξ€—ξ€‰%ξ€“ξ€Šξ€“ξ€”ξ€‡ξ€?-$ ξ€‰ξ€ξ€•ξ€‡ξ€™ξ€šξ€…%ξ€‰ξ€ξ€Žξ€‰ξ€Šξ€‡ξ€‹ξ€“ξ€‡ξ€ξ€…ξ€•ξ€‡ξ€ξ€…ξ€šξ€ξ€›ξ€ξ€ˆ6ξ€‡ξ€”ξ€šA"$ ξ€‰ξ€ξ€•ξ€‡ξ€™ξ€šξ€…ξ€Ÿξ€‡ξ€Šξ€‡ξ€”ξ€‡ξ€ξ€…ξ€‘ξ€Ÿξ€ξ€“ξ€ξ€•ξ€‡ξ€ˆ*ξ€…ξ€ξ€ˆξ€Žξ€‡ξ€ξ€šξ€”ξ€‡ξ€”ξ€š?5$ ξ€‰ξ€ξ€•ξ€‡ξ€™ξ€šξ€…ξ€Šξ€‰ξ€—ξ€ξ€ξ€™ξ€ξ€Žξ€š?>$ ξ€™ξ€šξ€‡ξ€ξ€”ξ€šξ€…ξ€šξ€ξ€Šξ€‰ξ€ˆ%ξ€‰ξ€ˆξ€”ξ€ξ€ξ€‡ξ€™ξ€ξ€…=ξ€‡ξ€ˆξ€šξ€ξ€Žξ€‡ξ€ξ€ξ€…ξ€•ξ€‡ξ€ξ€…ξ€—ξ€‰ξ€ξ€•ξ€‡ξ€™ξ€šξ€…ξ€‡ξ€Šξ€‡ξ€”ξ€…Bξ€ξ€ˆξ€Žξ€‡ξ€ξ€šξ€”ξ€‡ξ€”ξ€šξ€…ξ€šξ€ξ€›ξ€ξ€ˆ6C?,$ ξ€ξ€š6ξ€Ÿξ€ξ€™ξ€šξ€”66=66DDξ€…ξ€ξ€ˆξ€Žξ€‡ξ€ξ€šξ€”ξ€‡ξ€”ξ€š?!$ ξ€†ξ€‰ξ€ξ€•ξ€‰ξ€ˆξ€…ξ€•ξ€‡ξ€ξ€…6=6ξ€‰ξ€ξ€…ξ€‹ξ€“ξ€Ÿξ€“ξ€ξ€Žξ€‡ξ€ξ€…ξ€Ÿξ€‰ξ€ˆξ€Ÿξ€‡ξ€”ξ€šξ€”ξ€…ξ€Žξ€‰ξ€ξ€•ξ€‰ξ€ˆ?$ Eξ€‡ξ€—ξ€Šξ€ξ€ˆξ€›ξ€‡ξ€—ξ€Šξ€ξ€ˆξ€…ξ€”ξ€Šξ€ˆξ€“ξ€—ξ€Šξ€“ξ€ˆξ€‡ξ€™ξ€…*ξ€‡ξ€ξ€Žξ€…6ξ€‰ξ€ξ€‰ξ€ξ€Šξ€“ξ€—ξ€‡ξ€ξ€…ξ€Šξ€‡ξ€‹ξ€‡%ξ€Šξ€‡ξ€‹ξ€‡%ξ€…ξ€Šξ€šξ€ξ€•ξ€‡ξ€—ξ€‡ξ€?$ *ξ€‡ξ€ξ€Žξ€…ξ€Šξ€‰ξ€™ξ€‡ξ€‹ξ€…ξ€”ξ€‰ξ€ξ€ˆξ€‡ξ€ξ€Žξ€…6ξ€šξ€™ξ€šξ€—ξ€š$οƒ˜Ada 5 jenis kekuasaan, yaituξ€ξ€Šξ€“ξ€•ξ€šξ€…ξ€—ξ€™ξ€‡ξ€”ξ€šξ€—ξ€…ξ€”ξ€‰%ξ€“ξ€Šξ€‡ξ€ˆξ€…=ξ€‰ξ€ξ€šξ€”ξ€…ξ€—ξ€‰ξ€—ξ€“ξ€‡ξ€”ξ€‡ξ€‡ξ€ξ€…ξ€•ξ€šξ€Šξ€‰6Eξ€ˆξ€‰ξ€ &2ξ€‰ξ€ξ€…ξ€Šξ€‡ξ€‹ξ€“ξ€ξ€…ξ€,-,$*66ξ€Ÿξ€“ξ€‡ξ€Šξ€…ξ€Šξ€‡ξ€—ξ€”ξ€ξ€ξ€6ξ€šξ€…*ξ€‡ξ€ξ€Žξ€…66ξ€Ÿξ€‰ξ€•ξ€‡ξ€—ξ€‡ξ€,>ξ€…ξ€†ξ€‡ξ€ˆξ€‰ξ€Šξ€‹ξ€…ξ€Œξ€ξ€ˆξ€Žξ€‡ξ€ξ€ξ€…06ξ€‡ξ€Žξ€‰ξ€”$$"5$,ξ€…9ξ€ξ€“ξ€Žξ€™ξ€‡ξ€”ξ€…Eξ€šξ€ˆξ€‰ξ€‹ξ€ξ€™6ξ€ξ€…ξ€Šξ€‰ξ€ξ€Šξ€‡ξ€ξ€Žξ€…ξ€–ξ€ˆξ€Žξ€‡ξ€ξ€šFξ€‡ξ€Šξ€šξ€ξ€ξ€‡ξ€™ξ€…$$" 5Revisi atas taksonomi French and Raven dilakukan oleh Ronald J. Stupak and Peter M. Leitner dalam Handbook of Public Quality Management tahun 2001, di mana mereka menerima 5 jenis kekuasaan French and Raven tetapi menambahkannyaξ€… >6=ξ€‡ξ€•ξ€šξ€œξ€!Taksonomi French and Raven juga diadopsi oleh Stephen P. Robbins. Bagi Robbins, sumber kekuasaan dikategorikan ke dalam 2 lokus, yaitu 1 Kekuasaan Formal dan 2 Kekuasaan Personal. Kekuasaan Formal didasarkan posisi individu dalam organisasi. Kekuasaan formal juga bisa datang dari kemampuan seorang pejabat melakukan tindak koersif, reward, juga otoritas. Kekuasaan personal datang dari individu sendiri. Mereka tidak harus punya posisi formal untuk berkuasa. Orang-orang yang kompeten bekerja, kendati bukan manajer atau pimpinan, bisa berkuasa. Kekuasaan ini datang dari karakteristik unik mereka. Taksonomi jenis dan sumber kekuasaan dari Robbins adalah sebagai berikut!ξ€…&.$ξ€…ξ€ξ€Šξ€“%ξ€‡ξ€—ξ€…ξ€‡ξ€ξ€•ξ€…ξ€žξ€‰ξ€Šξ€‰ξ€ˆξ€…ξ€Œ$ξ€…+ξ€‰ξ€šξ€Šξ€ξ€‰ξ€ˆξ€ξ€…Handbook of Public Quality ManagementG &ξ€‡ξ€Šξ€ξ€ξ€ξ€…Eξ€™ξ€ξ€ˆξ€šξ€•ξ€‡ξ€œξ€…ξ€˜&ξ€˜ξ€…ξ€žξ€ˆξ€‰ξ€”ξ€”ξ€ξ€…ξ€‚!!$$5> ,6 ξ€“ξ€™ξ€‡ξ€ξ€…ξ€•ξ€š6ξ€‰ξ€ξ€”ξ€šξ€…%ξ€ξ€™ξ€šξ€Šξ€šξ€—ξ€…ξ€•ξ€‡ξ€™ξ€‡6ξ€…ξ€ξ€ˆξ€Žξ€‡ξ€ξ€šξ€”ξ€‡ξ€”ξ€šξ€…ξ€šξ€ξ€šξ€…ξ€‡ξ€—ξ€‡ξ€ξ€…ξ€—ξ€‡6ξ€šξ€…ξ€Šξ€“ξ€Šξ€“%ξ€…ξ€•ξ€‰ξ€ξ€Žξ€‡ξ€6ξ€ξ€•ξ€‰ξ€™ξ€…ξ€‡ξ€ξ€‡ξ€™ξ€šξ€”ξ€šξ€”ξ€…ξ€•ξ€‡ξ€ˆξ€šξ€…ξ€ξ€Šξ€‰%ξ€‹ξ€‰ξ€ξ€…ξ€ž$ξ€…&ξ€ξ€Ÿξ€Ÿξ€šξ€ξ€”$ξ€…ξ€Œξ€ξ€•ξ€‰ξ€™ξ€…ξ€‡ξ€ξ€‡ξ€™ξ€šξ€”ξ€…ξ€Šξ€‰ξ€ˆξ€”ξ€‰ξ€Ÿξ€“ξ€Šξ€…ξ€”ξ€‰ξ€Ÿξ€‡ξ€Žξ€‡ξ€šξ€…ξ€Ÿξ€‰ξ€ˆξ€šξ€—ξ€“ξ€Šξ€…ξ€œ !C. KESIMPULANPengertian kekuasaan dalam organisasi serta pengertian politik dalam organisasi dalam perbincangan seputar organisasi dan manajemen adalah perkembangan paling mutakhir dalam studi-studi organisasi dan manajemen. Tokoh-tokoh seperti James March dan Jeffrey Pfeiffer bertanggung jawab dalam mempopulerkan studi kekuasaan dan politik di dalam organisasi. Tulisan ini akan membahas masalah kekuasaan dan politik di dalam organisasi, bukan kekuasaan dan politik pada struktur kenegaraan yang biasa kita sebut β€œpolitik” sehari-hari. Mungkin saja akan banyak konsep yang serupa karena pinjam-meminjam konsep antar bidang ilmu adalah kekuasaan adalah kendali atas perilaku orang lain. Kekuasaan adalah kekuatan yang kita gunakan agar sesuatu hal terjadi dengan cara disengaja, di mana influence pengaruh adalah apa yang kita gunakan saat kita menggunakan kekuasaan. Seorang manajer membiakkan kekuasaan dari aneka sumber, baik dari organisasi yang disebut sebagai β€œpower position” ataupun dari personalitasnya sendiri yang disebut β€œpersonal power.”%%ξ€‡ξ€Šξ€…Gareth Morganξ€…ξ€Šξ€‰ξ€ξ€Šξ€‡ξ€ξ€Žξ€…ξ€”ξ€“6ξ€Ÿξ€‰ξ€ˆξ€…ξ€—ξ€‰ξ€—ξ€“ξ€‡ξ€”ξ€‡ξ€‡ξ€ξ€…ξ€•ξ€‡ξ€™ξ€‡6ξ€…ξ€ξ€ˆξ€Žξ€‡ξ€ξ€šξ€”ξ€‡ξ€”ξ€šξ€ξ€…*ξ€‡ξ€ξ€Ž6ξ€‰ξ€ξ€“ξ€ˆξ€“ξ€Šξ€*ξ€‡ξ€…ξ€Ÿξ€‰ξ€ˆξ€‡ξ€”ξ€‡ξ€™ξ€…ξ€•ξ€‡ξ€ˆξ€šξ€œ $ ξ€–ξ€Šξ€ξ€ˆξ€šξ€Šξ€‡ξ€”ξ€…ξ€›ξ€ξ€ˆ6?$ ξ€‰ξ€ξ€•ξ€‡ξ€™ξ€šξ€…ξ€”ξ€“6ξ€Ÿξ€‰ξ€ˆξ€…ξ€•ξ€‡*ξ€‡ξ€…ξ€™ξ€‡ξ€ξ€Žξ€—ξ€‡?$ ξ€žξ€‰ξ€ξ€Žξ€Žξ€“ξ€ξ€‡ξ€‡ξ€ξ€…ξ€”ξ€Šξ€ˆξ€“ξ€—ξ€Šξ€“ξ€ˆξ€ξ€…ξ€‡ξ€Šξ€“ξ€ˆξ€‡ξ€ξ€ξ€…ξ€•ξ€‡ξ€ξ€…ξ€—ξ€‰ξ€Ÿξ€š=ξ€‡ξ€—ξ€‡ξ€ξ€…ξ€ξ€ˆξ€Žξ€‡ξ€ξ€šξ€”ξ€‡ξ€”ξ€š?$ ξ€‰ξ€ξ€•ξ€‡ξ€™ξ€šξ€…%ξ€ˆξ€ξ€”ξ€‰ξ€”ξ€…%6ξ€Ÿξ€“ξ€‡ξ€Šξ€‡ξ€ξ€…ξ€—ξ€‰%ξ€“ξ€Šξ€“ξ€”ξ€‡ξ€?-$ ξ€‰ξ€ξ€•ξ€‡ξ€™ξ€šξ€…%ξ€‰ξ€ξ€Žξ€‰ξ€Šξ€‡ξ€‹ξ€“ξ€‡ξ€ξ€…ξ€•ξ€‡ξ€ξ€…ξ€šξ€ξ€›ξ€ξ€ˆ6ξ€‡ξ€”ξ€šA"$ ξ€‰ξ€ξ€•ξ€‡ξ€™ξ€šξ€…ξ€Ÿξ€‡ξ€Šξ€‡ξ€”ξ€‡ξ€ξ€…ξ€‘ξ€Ÿξ€ξ€“ξ€ξ€•ξ€‡ξ€ˆ*ξ€…ξ€ξ€ˆξ€Žξ€‡ξ€ξ€šξ€”ξ€‡ξ€”ξ€š?5$ ξ€‰ξ€ξ€•ξ€‡ξ€™ξ€šξ€…ξ€Šξ€‰ξ€—ξ€ξ€ξ€™ξ€ξ€Žξ€š?>$ ξ€™ξ€šξ€‡ξ€ξ€”ξ€šξ€…ξ€šξ€ξ€Šξ€‰ξ€ˆ%ξ€‰ξ€ˆξ€”ξ€ξ€ξ€‡ξ€™ξ€ξ€…=ξ€‡ξ€ˆξ€šξ€ξ€Žξ€‡ξ€ξ€ξ€…ξ€•ξ€‡ξ€ξ€…ξ€—ξ€‰ξ€ξ€•ξ€‡ξ€™ξ€šξ€…ξ€‡ξ€Šξ€‡ξ€”ξ€…Bξ€ξ€ˆξ€Žξ€‡ξ€ξ€šξ€”ξ€‡ξ€”ξ€šξ€…ξ€šξ€ξ€›ξ€ξ€ˆ6C?,$ ξ€ξ€š6ξ€Ÿξ€ξ€™ξ€šξ€”66=66DDξ€…ξ€ξ€ˆξ€Žξ€‡ξ€ξ€šξ€”ξ€‡ξ€”ξ€š?!$ ξ€†ξ€‰ξ€ξ€•ξ€‰ξ€ˆξ€…ξ€•ξ€‡ξ€ξ€…6=6ξ€‰ξ€ξ€…ξ€‹ξ€“ξ€Ÿξ€“ξ€ξ€Žξ€‡ξ€ξ€…ξ€Ÿξ€‰ξ€ˆξ€Ÿξ€‡ξ€”ξ€šξ€”ξ€…ξ€Žξ€‰ξ€ξ€•ξ€‰ξ€ˆ?$ Eξ€‡ξ€—ξ€Šξ€ξ€ˆξ€›ξ€‡ξ€—ξ€Šξ€ξ€ˆξ€…ξ€”ξ€Šξ€ˆξ€“ξ€—ξ€Šξ€“ξ€ˆξ€‡ξ€™ξ€…*ξ€‡ξ€ξ€Žξ€…6ξ€‰ξ€ξ€‰ξ€ξ€Šξ€“ξ€—ξ€‡ξ€ξ€…ξ€Šξ€‡ξ€‹ξ€‡%ξ€Šξ€‡ξ€‹ξ€‡%ξ€…ξ€Šξ€šξ€ξ€•ξ€‡ξ€—ξ€‡ξ€?$ *ξ€‡ξ€ξ€Žξ€…ξ€Šξ€‰ξ€™ξ€‡ξ€‹ξ€…ξ€”ξ€‰ξ€ξ€ˆξ€‡ξ€ξ€Žξ€…6ξ€šξ€™ξ€šξ€—ξ€š$DAFTAR PUSTAKAοΆξ€†ξ€šξ€™ξ€Ÿξ€‰ξ€ˆξ€Šξ€…/$ξ€…Eξ€‡ξ€šξ€ˆξ€‹ξ€ξ€™6Organizational Power Politics Tactics in Organizational Leadership'ξ€•ξ€šξ€Šξ€šξ€ξ€ξ€…ξ€‘ξ€ξ€‡ξ€ξ€Šξ€‡ξ€…Gξ€‡ξ€ˆξ€Ÿξ€‡ξ€ˆξ€‡ξ€œξ€…ξ€žξ€ˆξ€‡ξ€‰ξ€Žξ€‰ξ€ˆξ€ξ€…ξ€‚!!,ξ€…οΆξ€†ξ€‡ξ€ˆξ€‰ξ€Šξ€‹ξ€…ξ€Œξ€ξ€ˆξ€Žξ€‡ξ€ξ€ξ€…Images of Organizationξ€…ξ€‘ξ€’ξ€‹ξ€ξ€“ξ€”ξ€‡ξ€ξ€•ξ€…ξ€–ξ€‡ξ€—ξ€”ξ€ξ€…ξ€˜ξ€‡ξ€™ξ€šξ€›ξ€ξ€ˆξ€ξ€šξ€‡ξ€œξ€…ξ€ξ€‡ξ€Žξ€‰ξ€…ξ€žξ€“ξ€Ÿξ€™ξ€š ξ€‡ξ€Šξ€šξ€ξ€ξ€”ξ€ξ€…ξ€‚!!"$οΆξ€ξ€Šξ€‰%ξ€‹ξ€‰ξ€ξ€…ξ€ž$ξ€…&ξ€ξ€Ÿξ€Ÿξ€šξ€ξ€”ξ€ξ€…Organisational Behaviour Global and Southern African Perspectives.ξ€“ξ€ˆξ€ξ€‡ξ€™ξ€…0ξ€ξ€Šξ€‰ξ€ˆξ€ξ€‡ξ€”ξ€šξ€ξ€ξ€‡ξ€™ξ€…ξ€‚ξ€ξ€•ξ€…'ξ€•ξ€šξ€Šξ€šξ€ξ€ξ€…ξ€‘ξ€˜ξ€‡%ξ€‰ξ€…ξ€’ξ€ξ€ξ€œξ€…ξ€žξ€‰ξ€‡ξ€ˆξ€”ξ€ξ€ξ€…' ξ€‡ξ€Šξ€šξ€ξ€ξ€…ξ€ξ€ξ€“ξ€Šξ€‹ξ€…ξ€›ξ€ˆξ€š ξ€‡ξ€…ξ€‘ξ€žξ€Š*ξ€…+ξ€Šξ€•$!!,.$ξ€…/ξ€‡ξ€Žξ€ξ€‰ξ€ˆξ€…00.&$ξ€…1ξ€ξ€™ξ€™ξ€‰ξ€ξ€Ÿξ€‰ Organizational Behavior Securing Competitive Advantageξ€…ξ€‘ξ€Œξ€‡ξ€•ξ€šξ€”ξ€ξ€ξ€…234ξ€ξ€ˆξ€—ξ€œξ€…&ξ€ξ€“ξ€Šξ€™ξ€‰ξ€•ξ€Žξ€‰ξ€ξ€…ξ€‚!!ξ€… .&$ 6ξ€‰ξ€ˆξ€‹ξ€ξ€ˆξ€ξ€ξ€….6$ξ€…1ξ€“ξ€ξ€Šξ€ξ€…&ξ€š ξ€‹ξ€‡ξ€ˆξ€•ξ€…3$ξ€…ξ€–ξ€”ξ€Ÿξ€ξ€ˆξ€ξ€ξ€…Organizational Behavior.ξ€“ξ€ˆξ€ξ€‡ξ€™ξ€…0ξ€ξ€Šξ€‰ξ€ˆξ€ξ€‡ξ€”ξ€šξ€ξ€ξ€‡ξ€™ξ€…5ξ€Šξ€‹ξ€…'ξ€•ξ€šξ€Šξ€šξ€ξ€ξ€…ξ€‘ξ€žξ€‹ξ€ξ€‰ξ€ξ€š7ξ€…ξ€œξ€…./ξ€šξ€™ξ€‰*ξ€…8!!H$5.Iξ€ˆξ€‰*ξ€…ξ€žξ€›ξ€‰ξ€šIξ€‰ξ€ˆξ€ξ€…Managing with Power Politics and In'uence in Organizations34ξ€ξ€ˆξ€—ξ€œξ€…1ξ€‡ξ€ˆ2ξ€‡ξ€ˆξ€•ξ€…Gξ€“ξ€”ξ€šξ€ξ€‰ξ€”ξ€”ξ€…ξ€ ξ€‹ξ€ξ€ξ€™ξ€…ξ€žξ€ˆξ€‰ξ€”ξ€”ξ€ξ€…ξ€,,&ξ€š ξ€‹ξ€‡ξ€ˆξ€•ξ€…+$ξ€…9ξ€‡ξ€›ξ€Šξ€ξ€…Organization Theory and Design!ξ€Šξ€‹ξ€…'ξ€•ξ€šξ€Šξ€šξ€ξ€ξ€…ξ€‘ξ€Œξ€‡ξ€”ξ€ξ€ξ€…ξ€œξ€…ξ€˜ξ€‰ξ€ξ€Žξ€‡ξ€Žξ€‰ξ€…+ξ€‰ξ€‡ξ€ˆξ€ξ€šξ€ξ€Žξ€ξ€…ξ€‚!!1ξ€“ξ€ξ€Šξ€ξ€…&ξ€š ξ€‹ξ€‡ξ€ˆξ€•ξ€…3$ξ€…ξ€–ξ€”ξ€Ÿξ€ξ€ˆξ€ξ€ξ€…Organizational Behavior5ξ€Šξ€‹ξ€…'ξ€•ξ€šξ€Šξ€šξ€ξ€ξ€…ξ€‘ξ€žξ€‹ξ€ξ€‰ξ€ξ€š7ξ€…ξ€œξ€…./ξ€šξ€™ξ€‰*ξ€…8!!.6$ξ€…ξ€Œξ€‡ξ€ˆ ξ€‹ξ€…ξ€‡ξ€ξ€•ξ€…ξ€’ξ€‹ξ€šξ€‰ξ€ˆξ€ˆ*ξ€…/ξ€‰ξ€šξ€™ξ€ξ€… On Leadership ξ€‘ξ€Œξ€‡ξ€™ξ€•ξ€‰ξ€ξ€…ξ€œξ€…G ξ€—ξ€‰ξ€™ξ€™ξ€…ξ€žξ€“ξ€Ÿξ€™ξ€šξ€”ξ€‹ξ€šξ€ξ€Žξ€ξ€…ξ€‚!!-ξ€…οΆξ€†ξ€‡ξ€ˆξ€‰ξ€Šξ€‹ξ€…ξ€Œξ€ξ€ˆξ€Žξ€‡ξ€ξ€ξ€…06ξ€‡ξ€Žξ€‰ξ€”ξ€…$$$$ ξ€—ξ€ξ€…ξ€–ξ€ˆξ€Žξ€‡ξ€ξ€šFξ€‡ξ€Šξ€šξ€ξ€ξ€‡ξ€™ξ€…ξ€‚!!.,&.$ξ€…ξ€ξ€Šξ€“%ξ€‡ξ€—ξ€…ξ€‡ξ€ξ€•ξ€…ξ€žξ€‰ξ€Šξ€‰ξ€ˆξ€…ξ€Œ$ξ€…+ξ€‰ξ€šξ€Šξ€ξ€‰ξ€ˆξ€ξ€…Handbook of Public Quality ManagementG &ξ€‡ξ€Šξ€ξ€ξ€ξ€…Eξ€™ξ€ξ€ˆξ€šξ€•ξ€‡ξ€œξ€…ξ€˜&ξ€˜ξ€…ξ€žξ€ˆξ€‰ξ€”ξ€”ξ€ξ€…ξ€‚!!$9ξ€ξ€“ξ€Žξ€™ξ€‡ξ€”ξ€…Eξ€šξ€ˆξ€‰ξ€‹ξ€ξ€™6ξ€ξ€…ξ€–ξ€ˆξ€Žξ€‡ξ€ξ€šFξ€‡ξ€Šξ€šξ€ξ€ξ€‡ξ€™ξ€…ξ€…ξ€‚!ξ€ξ€„οΆξ€†ξ€‡ξ€ˆ*ξ€…4Leadership in Organizations"ξ€Šξ€‹ξ€…'ξ€•ξ€šξ€Šξ€šξ€ξ€ξ€…ξ€‘39ξ€‰ξ€™ξ€‹ξ€šξ€œξ€…9ξ€ξ€ˆξ€™ξ€šξ€ξ€Žξ€…ξ€šξ€ξ€•ξ€‰ξ€ˆξ€”ξ€™ξ€‰*!!"ξ€… ResearchGate has not been able to resolve any citations for this has not been able to resolve any references for this publication. Kekuasaan adalah kemampuan seseorang atau sekelompok manusia untuk mempengaruhi tingkah-lakunya seseorang atau kelompok lain sedemikian rupa sehingga tingkah-laku itu menjadi sesuai dengan keinginan dan tujuan dari orang yang memiliki kekuasaan itu. Menurut Yuki Kekuasaan adalah potensi agen untuk memengaruhi sikap dan perilaku orang lain target person. Menurut Weber β€œMengatakan kekuasaan adalah kesempatan seorang atau sekelompok orang untuk menyadarkan masyarakat atau kemauan-kemauan sendiri, sekaligus menerapkannya terhadap tindakan-tindakan perlawanan dari orang-orang atau golongan-golongan tertentu.” Mcshance dan Von Glinow Menyatakan bahwa kekuasaan sebagai kapasitas seseorang, tim, atau organisasi untuk memengaruhi orang lain. Max Weber Mengartikan kekuasaan adalah kesempatan seseorang atau sekelompok orang untuk memaksakan kehendaknya pada orang atau kelompok lain

kekuasaan dan politik dalam organisasi