Selasa 26 Juli 2022 - Program Studi Doktor Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Indonesia kembali melaksanakan sidang promosi doktor untuk mahasiswa S3, Herpie Lambiombir. Promovendus Herpie Lambiombir membahas mengenai Penyelenggaraan Pemerintahan Desa dalam Mewujudkan Kemandirian Desa di Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Berdasarkanpenilaian tersebut, berikut ini 10 perguruan tinggi negeri terbaik dari Indonesia: 1. Universitas Indonesia. Peringkat pertama ditempati oleh Universitas Indonesia (UI).. Universitas dengan 14 fakultas dan program vokasi yang terletak di Depok, Jawa Barat dan Jakarta ini bukan hanya kali pertama menempati peringkat wahid untuk perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Setelahserangkaian penyelidikan, kasus video mesum yang dikaitkan dengan HA-alumni Universitas Indonesia (UI), mulai menemukan titik terang. detikNews Kamis, 16 Nov 2017 14:09 WIB Polisi Tingkatkan Kasus Video Mesum yang Viral ke Tahap Penyidikan. Polresta Depok masih menyelidiki kasus video mesum yang sempat jadi viral di medsos. Slaminberharap seluruh mahasiswa baru Universitas Jember Angkatan Tahun 2022 benar-benar memanfaatkan kesempatan menuntut ilmu di bangku perguruan tinggi. Pasalnya, dari sekian ribu siswa yang mengikuti berbagai jalur penerimaan mahasiswa baru di PTN rata-rata hanya sekitar 10 persen saja yang diterima. "Oleh karena itu jadilah mahasiswa AlumniSMAN 2 Bantul tersebut pernah menjadi pelayan toko di Bantul setamat SMA karena ketiadaan biaya untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi. Beruntung, Novi diterima di program studi PGSD Universitas Negeri Yogyakarta ( UNY ) dengan menggunakan beasiswa Bidikmisi sehingga bebas biaya kuliah dan mendapatkan uang saku bulanan. FakultasHukum Universitas Indonesia > Berita > Direktur Utama Rumah Sakit Adalah Dokter, Apakah Mutlak? Oleh Wahyu Andrianto, S.H., M.H. "Kepala Rumah Sakit harus seorang tenaga medis yang mempunyai kemampuan dan keahlian di bidang perumahsakitan". Kampus UI Depok Jl. Prof. Mr. Djokosoetono, Kampus FHUI Gedung A Depok 16424, Jawa . JAKARTA - Polisi terus menyelidiki kasus tersebarnya video mesum dua pasangan yang salah satunya diduga sebagai alumni sebuah universitas di kawasan Depok, Jawa Krimsus Polres Depok AKP Firdaus mengatakan pihaknya baru mendapatkan data terkait kasus ini dan baru akan melakukan koordinasi untuk kemudian mengecek kepastian alamat wanita dalam video tersebut."Kita baru dapat data, nanti kita cek alamatnya. Nanti kita koordinasi pemanggilannya," kata Firdaus, Kamis 26/10/2017.Santer disebutkan bahwa wanita dalam video tersebut berinisial HA, alumni sebuah universitas di Depok. Untuk itu, polisi akan memanggil HA guna memastikan apakah benar wanita dalam video tersebut adalah dirinya. "Itu informasi di medsos kan HA mahasiswi. Nah, yang mau kita konfirmasi, apakah HA yang disebut dalam video benar orangnya itu. Itulah kenapa kami rencana minta keterangan HA, apakah betul di video yang bersangkutan atau bukan, baru kita bisa menindaklanjuti," itu, untuk pria dalam video, hingga kini polisi belum mendapatkan pihak universitas membenarkan bahwa namayang dikaitkan dengan video tersebut pernah menjadi mahasiswi di sana. Tetapi saat ini yang bersangkutan telah menjadi alumni."Segala akibat yang dihasilkan dari beredarnya video tersebut maka akan menjadi tanggung jawab pribadi yang bersangkutan," jelas pihak universitas dalam keterangan tertulis. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini video mesum Konten Premium Nikmati Konten Premium Untuk Informasi Yang Lebih Dalam JAKARTA - Polisi tengah menyelidiki kasus beredarnya video porno yang diduga telah melibatkan salah satu lulusan kampus ternama di kawasan Depok, Jawa Barat. Polisi sedang mencari identitas pasangan kekasih yang berada dalam video mesum tersebut. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, Satreskrim Polresta Depok telah mengetahui adanya penyebaran video dan gambar tersebut pada Rabu 25/10/2017 lalu di beberapa media sosial. "Selanjutnya petugas membuat laporan informasi untuk melakukan penyelidikan terkait adanya dugaan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam UU RI No 11 tahun 2008 tentang ITE dan atau UU RI No 44 tahun 2008 tentang Pornografi," ujar Argo kepada Kamis ini. Argo menambahkan, berdasarkan hasil analisa awal yang dilakukan penyidik didapat informasi bahwa perempuan dalam video tersebut diduga pernah menjadi mahasiswi di sebuah perguruan tinggi di Depok. Namun, untuk kepastian data tersebut, petugas Satreskrim Polresta Depok masih melakukan koordinasi dengan pihak kampus terkait hal itu pada hari ini. "Dari hasil penyelidikan masih belum didapat informasi terkait lokasi pengambilan video atau gambar persetubuhan dan sumber awal penyebarannya di media sosial," kata Argo. Argo menjelaskan, saat ini polisi akan memaksimalkan penyelidikan untuk mendapatkan identitas laki-laki dan perempuan dalam video tersebut. Sementara itu Kepala Humas dan KIP Universitas Indonesia Rifelly Dewi Astuti dalam keterangan tertulisnya membenarkan, nama perempuan yang disebut-sebut sebagai orang dalam video itu adalah lulusan UI. "Setelah melakukan pengecekan maka dapat kami sampaikan bahwa nama yang dikaitkan selaku pemeran dalam video tersebut adalah lulusan UI dan sudah tidak lagi menjadi mahasiswa UI sebagaimana tercantum di berbagai judul video," kata Rifelly. Dia menambahkan, segala akibat yang dihasilkan dari beredarnya video tersebut akan menjadi tanggung jawab pribadi yang bersangkutan. Martin Pratama Berita di atas telah ditayangkan di dengan judul Video Porno yang Diduga Dibuat Alumni Universitas di Depok Diselidiki - HA, perempuan alumni Universitas Indonesia akhirnya mengakui telah memerankan video porno yang sempat viral di media itu disampaikan HA saat diperiksa oleh penyidik Polres Depok pada bulan November 2017 lalu."Iya, HA mengakui pas pemeriksaan bulan November," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Depok, Kompol Putu Kholis Aryana, saat dikonfirmasi, Rabu 13/12/2017.Putu menyampaikan, awalnya polisi mendapatkan petunjuk dari keterangan ahli perihal ciri-ciri di bagian tubuh HA yang identik dengan pemeran perempuan yang berada dalam video syur Putu enggan menjelaskan secara rinci soal ciri-ciri di tubuh HA yang identik dengan video porno yang beredar di internet itu."Iya. Dari tim kedokteran. Ada ciri-ciri khusus," kata Putu, polisi menunjukkan hasil analisa ahli tersebut kepada HA saat menjalani pemeriksaan."Ya, hasil pemeriksaan tubuh ditunjukkan kepada HA di pemeriksaan lanjutan," kata HA, polisi juga telah menemukan pemeran pria dalam video porno tersebut. Pemeran pria di vidoe porno tersebut tak lain adalah mantan kekasih HA yang berinsial HF."HF-nya juga sudah mengakui," juga menyampaikan, polisi pun telah mendeteksi lokasi pembuatan video porno yang dilakukan di kawasan Depok, Jawa Barat."Pembuatan video porno Di Depok. Dan peristiwa perekaman ini sudah dua tahun yang demikian, Putu mengaku belum bisa menyimpulkan apakah status HA dan HF bisa ditingkatkan sebagai tersangka terkait kasus penyebaran video bermuatan pornografi penetapan tersangka bakal diumumkan dalam gelar perkara setelah polisi rampung memeriksa para saksi."Ya, prinsipnya kami akan melangkah ke sana penetapan tersangka. Tapi kami kan harus melengkapi bukti dulu, masih ada saksi yang akan diperiksa," kata itu, Putu menyampaikan bahwa polisi juga masih mencari pelaku yang pertama kali menyebarkan video porno tersebut ke medsos. JAKARTA, - Polisi tengah menyelidiki kasus beredarnya video porno yang diduga telah melibatkan salah satu lulusan kampus ternama di kawasan Depok, Jawa Barat. Polisi sedang mencari identitas pasangan kekasih yang berada dalam video mesum tersebut. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, Satreskrim Polresta Depok telah mengetahui adanya penyebaran video dan gambar tersebut pada Rabu 25/10/2017 lalu di beberapa media sosial. "Selanjutnya petugas membuat laporan informasi untuk melakukan penyelidikan terkait adanya dugaan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam UU RI No 11 tahun 2008 tentang ITE dan atau UU RI No 44 tahun 2008 tentang Pornografi," ujar Argo kepada Kamis ini. Argo menambahkan, berdasarkan hasil analisa awal yang dilakukan penyidik didapat informasi bahwa perempuan dalam video tersebut diduga pernah menjadi mahasiswi di sebuah perguruan tinggi di Depok. Namun, untuk kepastian data tersebut, petugas Satreskrim Polresta Depok masih melakukan koordinasi dengan pihak kampus terkait hal itu pada hari ini. "Dari hasil penyelidikan masih belum didapat informasi terkait lokasi pengambilan video atau gambar persetubuhan dan sumber awal penyebarannya di media sosial," kata Argo. Argo menjelaskan, saat ini polisi akan memaksimalkan penyelidikan untuk mendapatkan identitas laki-laki dan perempuan dalam video tersebut. Sementara itu Kepala Humas dan KIP Universitas Indonesia Rifelly Dewi Astuti dalam keterangan tertulisnya membenarkan, nama perempuan yang disebut-sebut sebagai orang dalam video itu adalah lulusan UI. "Setelah melakukan pengecekan maka dapat kami sampaikan bahwa nama yang dikaitkan selaku pemeran dalam video tersebut adalah lulusan UI dan sudah tidak lagi menjadi mahasiswa UI sebagaimana tercantum di berbagai judul video," kata Rifelly. Dia menambahkan, segala akibat yang dihasilkan dari beredarnya video tersebut akan menjadi tanggung jawab pribadi yang bersangkutan. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Polisi Depok sedang melakukan patroli maya untuk menemukan tersangka di balik peredaran video porno yang diduga melibatkan alumni Universitas Indonesia di Jawa Barat. “Kami masih menyelidiki kasus ini melalui media sosial,” kata kepala detektif polisi dan kepala satuan kejahatan. Putu Kholis Aryana mengatakan kepada pada hari Rabu. “Kami memiliki pasukan cyber [untuk menangani kasus ini].” Pengguna media sosial pun dengan cepat mengidentifikasikan wanita dalam video tersebut, yang berlangsung empat menit dan 59 detik, seperti yang terkait dengan Universitas Indonesia UI di Depok. Identitas pria itu tidak diketahui. UI kemudian mengeluarkan sebuah pernyataan yang mengatakan bahwa dirinya memang lulusan universitas. “Karena dia sekarang alumni, konsekuensi dari peredaran video adalah tanggung jawab pribadinya,” kata juru bicara universitas Egia Etha Tarigan pada hari Rabu malam. Video yang diduga atas nama Hana Anisa menjadi perbincangan netizen Indonesia akhir-akhir ini. Hal ini tak terlepas dari beredarnya video mesum yang diduga dilakukan oleh perempuan yang disangka merupakan mahasiswi Universitas Indonesia. Sementara pihak kampus mengatakan memang Hana Anisa merupakan alumni dan tak mengelak mengatakan bahwa Anisa pernah kuliah di UI. Meskipun demikian, pihak kampus mengatakan bahwa Anisa sudah lulus dan saat ini berstatus sebagai alumni. Dengan status alumni ini, maka UI mengatakan tidak terlibat dan masalah hukum dan sejenisnya diserahkan pada pihak kepolisian untuk diproses kepada terduga video mesum itu. Karena sudah alumni, maka pihak UI mengatakan tidak bisa terkait dan itu merupakan masalah perorangaan dan tidak melibatkan pihak kampus. Ini bukanlah kehebohan pertama akibat peredaran video mesum dikalangan akademisi. Beberapa waktu lalu, terdapat video serupa yang diduga dilakukan oleh pelajar. Ini juga merupakan kasus kesekian yang melibatkan mereka yang berstatus sebagai kalangan terdidik dan tersebarnya video mesum yang mengakibatkan harus berurusan dengan hukum.

video hot alumni universitas di depok terbaru